Faktor Penentu Harga Mesin Air Minum dalam Kemasan Gelas dan Botol

Harga mesin air minum dalam kemasan gelas dan botol dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Mesin-mesin ini memiliki peran vital dalam memproduksi air minum yang berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi.

Faktor-faktor penentu harga tersebut meliputi teknologi yang digunakan dalam mesin, kapasitas produksi, jenis mesin filter yang digunakan, material filtrasi mesin, hingga proses penyambungan pipa distribusi.

Memahami faktor-faktor ini menjadi penting bagi calon pembeli agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih mesin air minum yang sesuai dengan kebutuhan.

Faktor Menentukan Harga Mesin Air Minum dalam Kemasan Gelas

Kisaran harga mesin air minum dalam kemasan (AMDK) gelas maupun botol sangat variatif karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktornya, silakan simak selengkapnya sebagai berikut:

1. Kapasitas Mesin Filtrasi

Perusahaan air minum kemasan biasanya akan mengolah air mentah dari sumber mata air menggunakan mesin filtrasi atau mesin RO (Reverse Osmosis). 

Mesin filtrasi ini mempunyai beberapa pilihan kapasitas produksi. Umumnya, semakin besar kapasitas mesin dalam mengolah air, maka akan semakin mahal pula harganya.

2. Jenis Mesin Filtrasi yang Digunakan

Mengingat setiap sumber mata air mempunyai kondisi dan karakteristik air yang berbeda-beda, maka Anda harus menggunakan jenis mesin yang sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, sumber mata air yang Anda gunakan banyak tercemar limbah atau logam berat. Tentu Anda harus menggunakan mesin dengan kemampuan penyaringan yang lebih mutakhir. 

Jenis mesin air minum dalam kemasan gelas dan botol dengan spesifikasi dan kemampuan yang berbeda inilah yang membuat harga atau biayanya bervariasi. 

3. Material /bahan pada Mesin

Harga mesin air minum dalam kemasan gelas atau botol juga dapat pengaruh dari faktor material Mesin yang terdapat pada mesin. Umumnya, ada enam jenis material filtrasi pada mesin air minum, yaitu PVC, PPr, Galvaniz, Stainless steel 201, SS304 dan SS316. 

Setiap jenis material mempunyai kelebihan masing-masing, tetapi spesifikasi paling tinggi yang dapat dipakai adalah SS316, karena bahan ini merupakan bahan yang tidak mudah terjadi korosif.

4. Proses Instalasi Mesin

Proses instalasi mesin air minum dalam kemasan juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga mesin. 

Mesin filtrasi mempunyai banyak komponen penting sehingga proses instalasinya tidak mudah dan harus dilakukan oleh tenaga profesional. Proses instalasi juga akan memakan waktu karena pengerjaannya harus detail dan teliti.

5. Kapasitas Produksi Mesin Filtrasi

Harga mesin filtrasi juga bisa ditentukan oleh kapasitas produksi mesin itu sendiri. Pasalnya, setiap jenis mesin mempunyai kemampuan dan kapasitas menghasilkan air bersih yang beragam. 

Jika ingin menghasilkan output air bersih yang lebih banyak, maka Anda harus menggunakan mesin filtrasi dengan kapasitas besar. Mesin juga harus mempunyai tangki penyimpanan dengan kapasitas yang besar pula. Semakin besar kapasitas produksi mesin filtrasi, harganya pun akan semakin mahal. 

6. Material Pipa Distribusi

Harga mesin air minum dalam kemasan gelas juga tergantung pada material pipa distribusi yang Anda gunakan. Pipa-pipa tersebut akan mengalirkan air ke tangki-tangki filtrasi hingga menuju tangki output air bersih. 

Pipa dari material berkualitas biasanya tidak mudah ditumbuhi Mikro Organisme atau lumut dan tidak korosif. Selain itu, pipa berkualitas juga dapat menjaga kualitas air sehingga tidak mudah terkontaminasi dengan bakteri atau kotoran lainnya.

7. Penyambungan Pipa Distribusi

Proses menyambung pipa distribusi yaitu dengan cara mengelasnya supaya kuat dan tidak mudah lepas. Kondisi ini tentu mengharuskan Anda untuk mengeluarkan biaya pemasangan sehingga dapat memengaruhi harga mesin filtrasi. Proses penyambungan akan sangat berpengaruh, karena proses penyambungan yang memakai stainless sanitary Food Grade akan membutuhkan keahlian khusus.

Bagaimana Cara Memulai Usaha Air Minum dalam Kemasan?

Setelah mengetahui faktor yang mempengaruhi harga mesin air minum dalam kemasan gelas maupun botol, sekarang Anda juga perlu tahu apa saja langkah-langkah memulai usaha AMDK. Simak penjelasan selengkapnya dibawah ini:

A. Mencari Sumber Air

Langkah pertama adalah mencari sumber air yang akan Anda jadikan gelas atau botol AMDK. Adapun pertimbangan yang harus Anda perhatikan dalam mencari sumber mata air yaitu lokasinya yang terjangkau dengan perusahaan, kualitas air yang baik, dan kuantitas air yang sangat besar.

Kuantitas air akan menentukan kelangsungan usaha AMDK Anda. Oleh sebab itu, pastikan sumber mata air tersebut mampu menghasilkan debit air yang banyak.

B. Pemeriksaan Kualitas Air

Setelah mendapatkan sumber mata air, selanjutnya Anda perlu melakukan pemeriksaan kualitas air. Memeriksa kualitas air yaitu dengan cara mengambil sampel air dan membawanya ke laboratorium yang sudah mendapatkan akreditasi baik. 

Proses ini akan memeriksa kualitas air dengan metode kimia dan fisika. Pemeriksaan air di laboratorium juga berguna untuk mengetahui kandungan mikroba dalam air sehingga dapat menentukan apakah air tersebut layak konsumsi atau tidak.

C. Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Untuk mendapatkan air minum kemasan yang berkualitas, dibutuhkan proses produksi yang panjang dengan standar kesehatan tinggi. Proses tersebut dimulai dari filtrasi hingga penyimpanan air mineral yang telah jadi.

1. Proses Filtrasi

Air baku yang digunakan dalam produksi AMDK melewati tahap filtrasi untuk menghilangkan partikel-partikel besar dan kotoran yang tidak diinginkan. Proses ini bertujuan untuk membersihkan air baku sebelum memasuki tahap selanjutnya.

2. Proses Sterilisasi Awal

Setelah melewati proses filtrasi, air dimasukkan ke dalam tangki atau wadah steril. Kemudian, air di injeksi dengan ozone untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang mungkin masih ada dalam air.

3. Tahapan Sterilisasi Lanjutan

Proses ini melibatkan penggunaan teknologi seperti penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk memastikan air benar-benar steril dan aman untuk dikonsumsi. Langkah ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme berbahaya.

4. Proses Pengisian

Setelah air dipastikan steril dan diaduk dengan baik, air dimasukkan ke dalam kemasan, seperti botol atau galon, dengan menggunakan peralatan pengisian yang bersih dan higienis.

5. Proses Pemberian Label

Setelah pengisian, kemasan air minum diberikan label dengan informasi penting seperti merek, jenis, dan komposisi air. Label ini memberikan informasi kepada konsumen tentang produk yang mereka beli.

6. Proses Pemberian Tanggal Kadaluarsa

Setiap kemasan air minum perlu diberi tanggal kadaluarsa untuk memastikan bahwa konsumen hanya mengkonsumsi produk yang masih segar dan aman. Tanggal kadaluarsa ini penting untuk menghindari konsumsi air minum yang telah melewati masa konsumsinya.

7. Proses Pengepakan

Setelah dilabeli dan diberi tanggal kadaluarsa, kemasan air minum diatur dalam kemasan sekunder atau karton untuk memudahkan distribusi dan pengiriman produk ke pasar.

8. Proses Penyimpanan

Sebelum dikirim ke pasar, kemasan air minum disimpan dalam kondisi yang sesuai untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk. Penyimpanan harus dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor seperti suhu dan kelembaban yang tepat.

D. Penentuan Lokasi Pabrik AMDK

Sebelum memulai usaha, pemilik bisnis juga perlu menentukan lokasi pabrik AMDK. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi pabrik:

  • Desain ruangan pabrik air minum kemasan.
  • Ketersediaan akses listrik dan daya listrik yang diperlukan pabrik.
  • Sumber daya manusia ( SDM ).

E. Izin Usaha Pembangunan Pabrik Air Minum Kemasan

Sebelum mengajukan izin SNI dan BPOM, terdapat izin lain yang harus diurus pabrik air minum antara lain SIUP, NPWP, AKTA PERUSAHAAN, SIPA dan yang lainnya.

Banyak yang menganggap ini hal sepele karena menyamakan dengan depot air minum. Sedangkan izin untuk pabrik air minum kemasan lebih ketat sebelum produk didistribusikan ke masyarakat luas.

Berikut ini beberapa izin yang harus dilengkapi untuk pabrik air minum.

  • IMB – Izin Mendirikan Bangunan.
  • UKL UPL – Izin Lingkungan.
  • IUI – Izin Usaha Industri.
  • TDI – Tanda Daftar Industri.
  • SIPA – Surat Izin Pengambilan Air.
  • SNI – Standard Nasional Indonesia.
  • BPOM – Balai Pengawas Obat dan Makanan.
  • Halal – LPPOM MUI.
  • ISO 9000/2005.
  • Izin Prinsip.

Tertarik Menjalankan Bisnis AMDK Dengan Harga yang Terjangkau?

Tentu saja, Anda bisa membeli berbagai macam kebutuhan mesin air di Tanindo. Perusahaan ini juga menyediakan harga mesin air minum dalam kemasan gelas yang relatif terjangkau namun berkualitas. 

Anda bisa berdiskusi dengan salah satu tim profesional yang sudah berpengalaman dalam hal ini. PT. Tanindo Anugerah Nusantara merupakan sebuah perusahaan jasa Water treatment Indonesia yang bergerak di bidang pengolahan air bersih, air minum, dan air limbah, yang didukung oleh tenaga yang berpengalaman dan terlatih. 

Tanindo juga dapat bertindak sebagai konsultan maupun kontraktor untuk banyak perusahaan air minum dalam kemasan ataupun isi ulang di berbagai wilayah Indonesia yang berupa pembuatan sistem air minum karyawan untuk pabrik-pabrik dengan jumlah karyawan skala menengah hingga padat karya (> 2000 karyawan).

Tunggu apa lagi? hubungi kontak Tanindo untuk mendapatkan info yang lebih lengkap.