5 Metode Pengolahan Limbah Pabrik Gula

Pengolahan limbah pabrik gula diperlukan agar limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan yang bisa saja menimbulkan berbagai dampak negatif yang tidak diinginkan. Lalu, bagaimana cara mengolah limbah cair pabrik gula dengan benar? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Limbah Pabrik Gula?

Limbah dari pabrik gula adalah zat-zat buangan yang berasal dari sisa proses produksi gula. Pabrik gula menghasilkan limbah padat dan cair yang temperaturnya cukup tinggi. Limbah ini juga termasuk salah satu dari limbah industri yang merupakan salah satu faktor pencemaran air.

Pencemaran air di sini maksudnya adalah proses masuknya gangguan seperti zat, komponen atau makhluk hidup lain yang mengganggu ekosistem air. Selain karena limbah industri, pencemaran air juga bisa terjadi karena aktivitas alami maupun aktivitas manusia itu sendiri.

Metode Pengolahan Limbah Pabrik Gula

Sangat penting adanya pengolahan limbah dari pabrik untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, tanggung jawab ini harus pihak pabrik gula perhatikan demi menjaga lingkungan sekitar pabrik dari cemaran limbah hasil produksi.

Biasanya, limbah pabrik mengandung zat terlarut, zat organik, dan padatan tersuspensi yang bisa membuat air dan tanah tercemar. Beberapa metode umum yang bisa Anda gunakan untuk pengolahan limbah pabrik gula yaitu:

1. Pengolahan Fisika

Langkah pertama untuk mengolah limbah adalah dengan memisahkan fisik limbah dari air limbah. Proses ini meliputi penyaringan, pengendapan, dan filtrasi yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi. Berikut penjelasan beberapa proses pengolahan fisika di bawah ini:

a. Penyaringan

Proses penyaringan adalah metode pengolahan fisika yang termasuk paling mudah dan murah. Tetapi, umumnya proses ini hanya digunakan sebagai proses awal atau screening karena hanya dapat menyaring partikel dengan ukuran yang lebih besar.

b. Pengendapan

Berikutnya, pengendapan merupakan proses memisahkan padatan partikel tersuspensi di air. Padatan tersebut merupakan partikel yang mempunyai massa jenis lebih tinggi dari massa jenis air. Proses ini memanfaatkan gravitasi terhadap limbah pabrik gula yang diolah.

c. Filtrasi

Proses filtrasi digunakan untuk memisahkan partikel padat atau cair yang massa jenisnya lebih ringan dari air. Pemisahan ini dilakukan dengan memasukkan gelembung-gelembung gas ke dalamĀ limbah cair industri.

Kemudian, gelembung yang sudah dimasukkan akan melekat pada partikel yang massa jenisnya lebih ringan dan membawanya ke permukaan. Contoh partikel yang efektif menggunakan proses ini adalah suspensi minyak di dalam air.

2. Pengolahan Biologis

Sesudah dilakukan pengolahan fisik, limbah pabrik gula yang dihasilkan umumnya mengandung zat organik yang tinggi. Agar zat organik ini bisa terurai, limbah bisa diproses menggunakan metode pengolahan biologis aerobik atau anaerobik.

Pengolahan aerobik menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan zat organik di dalam kondisi dengan oksigen. Sedangkan pengolahan anaerobik digunakan untuk menguraikan zat organisasi dengan bantuan mikroorganisme di dalam kondisi tanpa oksigen.

3. Pengolahan Kimia

Setelah pengolahan biologis dilakukan, Anda bisa melakukan pengolahan kimia untuk menghilangkan berbagai zat yang sulit diuraikan di limbah pabrik gula. Pengolahan ini melibatkan proses kimia yang menggunakan koagulan dan flokulasi.

Proses kimia ini berguna untuk membantu mengendapkan zat-zat terlarut sekaligus mempercepat proses pengolahan limbah.

4. Pengolahan Lanjutan

Berikutnya, pengolahan lanjutan bisa Anda lakukan jika limbah pabrik gula masih mengandung kontaminan yang berbahaya setelah melewati pengolahan lanjutan. Pengolahan lanjutan di antaranya meliputi adsorpsi, penyerapan menggunakan zeolit, dan pengendapan menggunakan tawas.

a. Adsorpsi

Pengolahan limbah pabrik gula menggunakan metode adsorpsi berupa proses penyerapan yang dilakukan oleh adsorben atau zat padat terhadap adsorbat atau zat pencemar yang terjadi di bagian permukaan. Ampas tebu yang merupakan salah satu buangan dari pabrik gula dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.

Dengan digunakannya ampas tebu sebagai adsorben, pabrik gula bisa mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Ampas tebu juga berfungsi untuk proses penurunan kadar COD (chemical oxygen demand) yang terkandung di dalam limbah cair dari pabrik gula.

b. Penyerapan Menggunakan Zeolit

Zeolit adalah material yang berpori dengan struktur kristal yang mempunyai kemampuan cukup tinggi dalam penyerapan. Material ini bisa disintesis dari bahan baku alternatif, contohnya abu bagas gula yang merupakan limbah padat dari pabrik gula.

Material zeolit bisa menyerap berbagai jenis kontaminan, mulai dari ion logam berat, senyawa kimia berbahaya, bahan organik, dan zat warna yang ada di dalam limbah cair dari pabrik gula. Metode penyerapan menggunakan zeolit dapat menjadi alternatif yang efektif bagi Anda untuk mengolah limbah pabrik gula.

c. Pengendapan Menggunakan Tawas

Selain menggunakan ampas tebu dan zeolit, metode pengolahan lanjutan yang lain juga bisa dilakukan dengan pengendapan menggunakan tawas. Material ini berguna untuk mengendapkan zat-zat pencemar di dalam limbah cair pabrik gula.

Tawas berfungsi untuk mengikat partikel-partikel kecil menjadi gumpalan besar yang kemudian bisa dengan mudah diendapkan. Bahkan, penggunaan material ini juga bisa membantu mengurangi kandungan bahan organik yang ada di dalam limbah pabrik gula.

Disamping itu, tawas juga dapat membantu mengurangi kontaminan lain, kekeruhan, dan padatan tersuspensi sehingga menghasilkan kualitas air yang lebih baik. Anda bisa memanfaatkan keunggulan tawas sebagai proses pengendapan limbah alternatif yang efektif dan ekonomis.

5. Reuse and Recycle

Komponen-komponen tertentu yang ada di dalam limbah dari pabrik gula masih bisa Anda gunakan kembali. Contohnya, air yang sudah melalui proses pengolahan dapat Anda pakai kembali di dalam proses produksi pabrik gula. 

Limbah lain yang masih bisa digunakan adalah ampas tebu. Ampas tebu bisa Anda manfaatkan kembali sebagai bahan bakar boiler, pakan ternak, campuran bahan kertas, dan pupuk.

Sudah Paham Metode Pengolahan Limbah Pabrik Gula?

Selain menggunakan berbagai metode di atas, Anda juga bisa memakai instalasi pengolahan limbah untuk mengolah limbah pabrik gula dengan efektif. Instalasi ini dapat membantu menurunkan konsentrasi pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD, dan TSS (Total Suspended Solid) di dalam limbah cair pabrik gula.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana yang bisa Anda aplikasikan meliputi ekualisasi, pra-sedimentasi sirkular, netralisasi, bak aerasi, secondary clarifier, dan sludge drying bed. Jadi, apakah Anda tertarik untuk menggunakan IPAL? 

Gunakan saja jasa IPAL dari Tanindo untuk mempermudah Anda mengolah limbah yang dihasilkan pabrik gula. Perusahaan terpercaya ini telah mengatasi berbagai permasalahan limbah air di berbagai bidang. Bahkan, konsultan yang akan menemani Anda pun profesional. Jika tertarik, yuk kunjungi website kami sekarang!