Uji Kualitas Air Minum Dalam Kemasan, Rahasia Pebisnis AMDK Sukses

Air minum dalam kemasan (AMDK) telah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam industri AMDK yang semakin kompetitif, menjaga kualitas air minum menjadi faktor krusial bagi kesuksesan pebisnis.

Uji kualitas air minum dalam kemasan merupakan proses untuk mencapai standar keamanan dan kebersihan yang tinggi.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari pentingnya uji kualitas air minum dalam kemasan dan mengetahui strategi yang telah digunakan oleh pebisnis AMDK sukses dalam memastikan keberhasilan bisnis mereka.

Mengapa Uji Kualitas Air Penting?

Meskipun AMDK dianggap lebih aman, tetapi tidak boleh dianggap remeh, tanpa pemeriksaan kualitas yang memadai. Uji kualitas AMDK menjadi penting, karena alasan berikut:

1. Keamanan Konsumen

Kesehatan konsumen merupakan prioritas utama. Uji kualitas AMDK menjamin bahwa produk tersebut memenuhi standar keamanan yang ditetapkan dan aman untuk diminum.

2. Regulasi

Beberapa negara menerapkan regulasi ketat terhadap AMDK, termasuk standar kualitas yang harus dipatuhi. Uji kualitas air membantu produsen memastikan bahwa produk mereka sesuai dengan peraturan tersebut.

Sertifikasi yang paling umum adalah standar ISO 22000 dan Sistem Jaminan Mutu Produk Pangan (HACCP).

3. Pencegahan Penyakit

Uji kualitas yang tepat dapat mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, seperti kolera, disentri, atau penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit.

4. Kualitas Produk

Uji kualitas yang baik juga membantu memastikan bahwa AMDK tetap segar dan berkualitas tinggi hingga sampai ke tangan konsumen.

5. Pengurangan Dampak Lingkungan

Uji kualitas yang efektif juga membantu mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh limbah produk yang tidak memenuhi standar kualitas.

Parameter Uji Kualitas AMDK

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, persyaratan kualitas air minum untuk seluruh penyelenggara air minum wajib memenuhi kriteria fisika, mikrobiologis, kimia, dan radioaktif. 

Sedangkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 355 tahun 2015 dan baku mutu air minum mengacu pada Peraturan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Proses uji kualitas air melibatkan berbagai parameter untuk memastikan keamanan dan kesesuaian produk. Beberapa parameter yang diuji, termasuk:

1. Bau, Rasa, dan Warna

Penentuan 3 parameter ini dapat dilakukan dengan metode organoleptik. Uji organoleptik pengujian dengan cara indera manusia sebagai alat utama untuk menilai dan penentuan kualitas. 

Air minum yang ideal adalah yang tidak berbau dan tidak berasa. Uji warna juga dapat dilakukan pengamatan dengan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 450 nm dan 465 nm.

2. Kandungan pH

Uji pH Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang baik memiliki nilai 6,5-8,5. Pengujian pH air dapat menggunakan elektroda pH dan pH meter secara elektrometri berdasarkan aktivitas ion hidrogen.

3. Kekeruhan 

Standar baku untuk kekeruhan uji kualitas air minum adalah kurang dari 1 NTU. Pengecekan dengan menggunakan turbidimeter dengan prinsip perbandingan intensitas cahaya pada air minum.

4. Zat Terlarut

Zat terlarut pada air minum dapat Anda lakukan penyaringan atau filtrasi. Air berfilter yang hasilnya adalah air minum berkualitas tinggi. Ada beberapa mesin yang digunakan untuk filtrasi air, seperti sand filter, carbon filter, softener filter / water softener, ultrafiltrasi, mesin RO, ozon generator, dan ultraviolet.

5. Zat Organik

Zat organik berupa KMnO4 dalam air minum maksimal 5 mg/L. Pengukuran zat ini pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 525 nm.

6. Total Organik Karbon (Total Organic Carbon/TOC)

Pengujian karakteristik ini dengan cara mengoksidasi karbon organik menjadi karbon dioksida (CO2) dengan persulfat dalam sinar ultraviolet.

7. Amonia, Nitrit, Nitrat

Amonia, nitrit, dan nitrat adalah tiga senyawa kimia yang saling terkait satu sama lain yang dapat Anda uji dengan spektrofotometer. Kadar amonia bisa Anda lakukan perhitungan kalibrasi dengan panjang absorban pada spektrofotometer adalah 640 nm.

Sedangkan uji kualitas air berupa nitrat bisa Anda lakukan pengukuran serapan pada panjang gelombang 220 nm. Sementara nitrit dapat Anda tandai apabila terjadi pembentukan warna kemerah-merahan saat Anda reaksikan dengan asam sulfanilat.

8. Sulfat dan Klorida

Pengujian sulfat dengan cara pengendapan dalam medium asam asetat dengan suasana basa dan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm. Sedangkan pengukuran kadar klorida dengan metode titrasi.

Dalam hal ini, Standard Industri Indonesia (SII) No. 2040-1987, kadar sulfat maksimum adalah 200 mg/l dan kadar klorida maksimum 200 mg/l.

9. Fluorida, Sianida, Klor Bebas, Boron, Bromat

Kadar fluorida, sianida, klor bebas, boron, dan bromat dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dapat Anda lakukan pengamatan uji dengan alat spektrofotometer. 

10. Besi, Mangan, Kromium, Barium, Selenium, Perak

Analisa besi, mangan, kromium, barium, selenium, dan perak, bisa Anda lakukan pengujian dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Yang membedakan adalah lampu katoda yang digunakan untuk penyerapan energi berdasarkan radiasinya berbeda.

11. Kadar Karbondioksida (CO₂) Bebas

Pengujian dengan cara titrasi Anda reaksikan dengan natrium karbonat dengan hasil akhir munculnya warna merah muda akibat reaksi indikator fenolftalein.

12. Kadar Oksigen (O₂) Terlarut

Kadar Oksigen Terlarut dapat Anda lakukan pengujian dengan cara iodometri, yaitu mereaksikan oksigen terlarut dengan ion mangan (II) dalam kondisi asam.

13. Cemaran Logam

Pencemaran logam dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dapat karena pencemaran kandungan timbal (Pb), tembaga (Cu), Kadmium (Cd), Raksa (Hg), Cemaran Arsen (As), Antimon (Sb), dan Nikel (Ni). Kadar logam tersebut dapat Anda lakukan pengujian dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). 

14. Kontaminasi Kimia Organik

Kontaminasi kimia organik dalam air minum penyebabnya dari berbagai komponen. Seperti aldrin dan dieldrin, heptaklor epoksida, dan metoksiklor. 

Kontaminasi lainnya dapat berupa detergen. Cara ini dapat Anda lakukan dengan surfaktan anionik bereaksi dengan biru metilen dan Anda ukur pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 652 nm. Dalam hal mencuci pun, perlu adanya water softener filter untuk menjaga tingkat kesadahan air.

Lain halnya dengan 1,2-dikloroetana dilakukan dengan cara purge and trap capillary column gas chromatographic/mass spectrometric. Sedangkan analisis minyak mineral dengan cara gas chromatography-flame ionization detector (GC-FID).

15. Kontaminasi Mikroba

Air minum dalam kemasan (AMDK) yang tidak kalah pentingnya juga perlu uji Angka Lempeng Total (ALT), bakteri coliform dan Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan bakteri anaerob pereduksi sulfit pembentuk spora atau clostridia.

Ingin Uji Kualitas Air Anda Terjamin?

Air minum dalam kemasan (AMDK) telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. PT Tanindo sebagai konsultan pabrik air minum, menjadi perusahaan yang telah dipercaya dalam menangani pengolahan air, terutama uji kualitas air. 

Selain itu, PT Tanindo juga memiliki pengalaman dalam pembangunan usaha air minum bertahun-tahun. Sehingga, tak heran jika Karyawan Tanindo terdiri dari praktisi, konsultan, serta tenaga profesional dan expert di bidang ini. 

Anda akan mendapatkan bimbingan dalam pembelian peralatan, instalasi, hingga pengujian kualitas air secara tepat hingga sampai ke tangan konsumen. Hubungi kontak Tanindo untuk melakukan hal ini.