Penyebab krisis air bersih di berbagai negara

hal-yang-menjadi-penyebab-krisis-air-bersih

Krisis air bersih merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya krisis air bersih, yang pada akhirnya dapat mengancam ketersediaan air untuk konsumsi dan aktivitas manusia, serta berdampak negatif pada lingkungan.

Penyebab penyebab terjadinya Krisis Air bersih

Krisisnya air bersih di Indonesia dan atau di bagian negara lainnya dapat disebabkan oleh beberapa penyebab krisis air berikut ini:

  • Kebiasaan Boros Air

Kebiasaan boros air sangat jelas menyebabkan krisis air bersih. Kebiasaan boros air yang dimaksud bisa berupa tidak mematikan kran sehingga air meluap, berlebihan menggunakan air ketika mandi, mencuci, dan lain sebagainya. Di Indonesia hal ini masih banyak ditemui dan cenderung dibudidayakan, terutama di area perkotaan atau wilayah lain yang memiliki persediaan air cukup. Dimana kebanyakan orang berpendapat air gratis atau murah dan jumlahnya berlimpah sehingga dirasa kurang berharga.

  • Pertambahan Jumlah Penduduk

Tidak dipungkiri lagi, terjadi ledakan penduduk di Indonesia. Dari data yang ada diketahui pada tahun 2010 penduduk Indonesia berjumlah 237,6 juta jiwa. Hanya dalam jangka waktu 3 tahun jumlahnya bertambah kurang lebih 12,3 juta jiwa dan menjadi 249,9 juta jiwa. Bila diasumsikan satu orang penduduk Indonesia menggunakan 300 liter air sehari untuk semua kegiatannya, maka berapa banyak air yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh penduduk Indonesia? Bombastis karena jumlahnya kira-kira mencapai 3,69 miliar liter per hari. Padahal jumlah air konstan.

  • Tekanan Lingkungan dan Perilaku Konsumtif

Pertambahan jumlah penduduk berdampak pada sektor yang lain. Termasuk pertumbuhan industri. Semakin banyak penduduk, semakin banyak jumlah industri yang berdiri. Dikatakan perilaku konsumtif karena baik individu atau industri membutuhkan air dalam kegiatannya. Jumlah air yang dibutuhkan untuk skala industri tidaklah sedikit. Mungkin benar air hasil kegiatan industri akan kembali ke lingkungan, tetapi sebenarnya dalam bentuk lain yakni limbah air panas. Di sinilah ada risiko pencemaran lingkungan yang bila tidak dikendalikan dapat memicu tekanan lingkungan. Pasalnya karena pencemaran air limbah tidak layak untuk digunakan dan bila terus-menerus dibiarkan berakhir pada permasalah krisis air bersih di Indonesia.

  • Intrusi Air Laut

Masuknya air laut ke tanah dan menggantikan posisi air tanah adalah peristiwa yang dikenal sebagai intrusi air laut. Peristiwa ini dipicu oleh beberapa kondisi seperti pemanfaatan air tanah berlebihan, rusaknya kawasan konservasi pesisir, atau karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada permukaan muara air sungai.

  • Kerusakan Sumber Daya Air

Kerusakan sumber daya air mulai dari sungai, danau, atau lainnya umumnya disebabkan pencemaran limbah. Baik limbah domestik ataupun limbah industri. Bila sumber air rusak, tentu saja air tidak bisa dimanfaatkan atau dikonsumsi.

  • Distribusi Air Kurang Merata

Krisis air bersih berikutnya terjadi karena distribusi air kurang merata. Dimana pada tahun 2008 lalu hanya 48% dari total area perkotaan dan 12% dari total area pedesaan yang mendapat layanan distribusi air bersih. Pendanaan untuk operasional dan pengembangan jaringan distribusi yang cukup alot menjadi salah satu pemicunya..

  • Pengelolaan Air Kurang Optimal

Penyebab permasalah krisis air bersih di Indonesia berikutnya karena pengelolaan air kurang optimal. Prediksi cuaca sulit dilakukan karena perubahan iklim yang tak menentu. Misalnya saat panas, suhu cukup tinggi, dan bisa mencapai suhu ekstrim. Sebaliknya, saat hujan, air berlimpah ruas karena hujan amat deras. Alih-alih tersedia sumber daya air berlimpah, malah terjadi banjir di banyak titik. Dimana air banjir tidak bisa dikelola dan hanya melimpas ke laut. Kondisi ini lantaran sistem pengelolaan yang belum baik.