4 Manfaat dan Bahaya Klorin dalam Air yang Wajib Anda Tahu

Air yang kita konsumsi sehari-hari tidak lepas dari proses pengolahan dan pemurnian yang melibatkan berbagai bahan kimia, salah satunya adalah klorin. Klorin dalam air adalah bahan kimia yang fungsinya untuk membunuh mikroorganisme dan menjaga kebersihan air. 

Namun, selain manfaatnya yang signifikan, klorin juga memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu Anda waspadai. Apa saja manfaat dan bahayanya? Yuk, simak artikel ini!

Apa Itu Klorin?

Sebelum Anda mendalami manfaat dan bahaya klorin dalam air, penting untuk mengetahui jenis unsur kimia klorin dan dari mana asalnya. Secara ilmiah, klorin menempati urutan kedua setelah fluor sebagai halogen paling ringan dalam tabel periodik. 

Jan Baptist van Helmont, seorang ahli kimia dan dokter Flemish, adalah orang pertama yang membedakan unsur kimia ini sebagai gas klor pada tahun 1200-an. Namun, penelitian lebih lanjut tentang klorin dilakukan oleh Carl Wilhelm Scheele.

Berkat penemuan ini, klorin kini telah bermanfaat untuk berbagai aplikasi, misalnya dalam pembuatan berbagai produk dan dalam jasa IPAL. Bahkan, produk-produk ini telah berkontribusi terhadap kemajuan teknologi, keamanan, serta kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Regulasi Kadar Klorin dalam Air

Namun, dalam memastikan keamanan penggunaannya dalam air, berbagai badan kesehatan dan lingkungan akan mengatur kadar klorin yang diizinkan. Misalnya di Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan menetapkan batas aman kadar senyawa klorin di air minum tidak boleh melebihi 0,5 mg/L. 

Sedangkan secara internasional, menurut Centers for Disease Control and Prevention, kadar klorin dalam air minum yang dianggap aman adalah dari 0 hingga 4 miligram per liter (mg/L atau 4 bagian per juta (ppm)). Pengawasan yang ketat terhadap kadar klorin ini penting karena memastikan bahwa manfaatnya dalam membunuh mikroorganisme tidak disertai dengan risiko kesehatan yang tinggi.

4 Manfaat Klorin dalam Air

Pertama-tama, mari kita ulas manfaatnya terlebih dahulu pada penjelasan di bawah ini:

A. Menghalangi Pertumbuhan Bakteri, Jamur, dan Kapang

Klorin efektif dalam menghalangi pertumbuhan bakteri, jamur, dan kapang di dalam air. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Poultry Research menemukan bahwa klorin dapat secara signifikan mengurangi jumlah bakteri patogen dalam air, termasuk E. coli dan Salmonella

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa klorin dapat menghambat pertumbuhan jamur dan kapang. Jika jamur dan kapang dibiarkan berkembang biak dalam sistem air minum, maka air tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit.

B. Desinfektan

Selain itu, klorin adalah desinfektan yang sangat kuat dan efektif. Desinfeksi adalah proses membunuh mikroorganisme patogen untuk membuat air aman untuk diminum. 

Sebagai desinfektan, klorin bekerja dengan cara merusak dinding sel mikroorganisme. Setelah itu, klorin akan menghentikan aktivitas enzimatik mikroorganisme tersebut, sehingga mencegah penyebaran penyakit yang menular melalui air.

C. Menetralisir Rasa dan Bau Air

Klorin dapat menetralisir bau yang tidak enak pada pengolahan limbah secara kimia. Begitu juga pada air, badan air yang tidak diolah seringkali memiliki rasa dan bau yang tidak enak karena adanya senyawa organik dan anorganik. 

Maka dari itu, klorin dalam air dapat membantu menetralisir rasa dan bau dengan mengoksidasi senyawa penyebab bau dan rasa air. Dengan begitu, air menjadi lebih segar dan nyaman untuk dikonsumsi karena tidak ada rasa dan bau yang mengganggu.

D. Menjernihkan Air

Kualitas air juga dilihat dari kejernihannya. Dalam hal ini, klorin berperan dalam membantu proses penjernihan air.

Pasalnya, klorin menghilangkan mikroorganisme dan partikel-partikel kecil, sehingga klorin membantu menjernihkan air agar lebih jernih dan bebas dari kotoran. Maka dari itu, klorin sangat penting untuk memastikan kualitas air yang baik, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri.

4 Bahaya Klorin dalam Air

Selain memiliki manfaat yang penting dalam menjaga kualitas air, ternyata klorin juga memiliki efek negatif jika penggunaannya melewati anjuran. Lalu, apa saja bahayanya?

1. Menyebabkan Keracunan

Pertama, pada kadar yang tinggi, klorin dapat menyebabkan keracunan. Gejala keracunan klorin meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare. 

Bahkan dalam kasus yang parah, keracunan klorin dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam dan bahkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kadar klorin dalam air tetap dalam batas aman.

2. Menyebabkan Alergi Kulit dan Pernapasan

Beberapa orang mungkin sensitif atau alergi terhadap klorin. Pasalnya, paparan klorin dapat menyebabkan iritasi kulit, mata merah, dan masalah pernapasan seperti asma. Bagi mereka yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap klorin, paparan air yang mengandung klorin dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman dan mengganggu kesehatan.

3. Menyebabkan Kanker dalam Jangka Panjang

Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan klorin dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Termasuk kanker kandung kemih dan kanker kolorektal. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menemukan bahwa individu yang terpapar air minum yang melalui tahapan klorinasi memiliki peningkatan risiko kanker kandung kemih.

Selain itu, produk sampingnya, seperti trihalomethane (THM), telah diidentifikasi sebagai senyawa karsinogenik. Oleh karena itu, penting untuk memantau dan mengontrol kadar klorin dalam air untuk meminimalkan risiko ini.

4. Bau dan Rasa yang Tidak Enak pada Kadar Tertentu

Meskipun klorin dapat menetralisir bau dan rasa tidak enak dalam air, tetapi ternyata pada kadar tertentu, klorin sendiri dapat memberikan bau dan rasa yang tidak menyenangkan. 

Pasalnya, bau dan rasa klorin ini sangatlah kuat dan dapat membuat air menjadi tidak enak untuk diminum. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan kadar klorin dalam air.

Sudah Paham Penggunaan Klorin dalam Air yang Aman?

Klorin adalah bahan kimia yang memiliki manfaat besar dalam menjaga kebersihan dan keamanan air. Namun, seperti halnya bahan kimia lainnya, klorin juga memiliki risiko kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan klorin dalam air dengan kadar secukupnya dan tidak berlebihan.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk menggunakan alternatif selain klorin untuk desinfeksi seperti menggunakan sinar UV. Jadikan kesehatan dan kebersihan air minum Anda prioritas utama dengan menggunakan jasa pengolahan air minum dari Tanindo.

Dengan teknologi canggih dan tim ahli yang berpengalaman, Tanindo menjamin air minum yang aman, bersih, dan berkualitas tinggi. Tanindo juga bisa Anda andalkan jika Anda ingin membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri. Segera konsultasikan kebutuhan Anda sekarang dengan menghubungi kontak Tanindo!