Tujuan dan Fungsi IPAL Puskesmas dalam Bidang Kesehatan

Di Indonesia, ada banyak kasus pembuangan limbah sembarangan yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis akan berdampak pada kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Untuk itu, semua puskesmas wajib memiliki IPAL puskesmas.

IPAL merupakan cara yang baik dalam pengelolaan limbah medis yang mana tergolong beracun, infeksius, dan berbahaya, bahkan bisa menular ke manusia atau hewan, serta bisa mencemari lingkungan sekitar. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai tujuan dan fungsi dari IPAL puskesmas.

Apa Itu IPAL Puskesmas dan Seberapa Penting Keberadaannya?

Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL puskesmas adalah sebuah sarana sanitasi di puskesmas yang berfungsi untuk mengelola air limbah biologis dan kimiawi agar tidak mencemari lingkungan. Alat dan mesin dari IPAL dirangkai menjadi sebuah sistem.

Biasanya, IPAL berupa tangki fiberglass, tangki biotek, atau tangki besi yang terdiri dari empat bagian, yaitu bak grit chamber, grease trap, aerasi, dan filtrasi. Air limbah akan terkumpul pada bak grit chamber, melewati grease trap untuk menyaring padatan besar. 

Kemudian mengalir ke aerasi untuk mengurangi polutan dan tersaring kembali di bak filtrasi. Setelah melewati 4 bagian tersebut, air limbah menuju ke bak effluent, di mana ada penambahan klorin dalam bak tersebut. 

Tujuannya untuk membunuh bakteri yang masih ada dalam air limbah. Selanjutnya air mengalir ke dalam fish pool sebagai indikator bahwa air limbah sudah layak dibuang ke lingkungan menuju sungai. 

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204/Menkes/SK/X2004, semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk puskesmas wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah sendiri yang sesuai standar pemerintah. Namun kenyataannya, masih banyak puskesmas yang belum memiliki IPAL puskesmas. 

Ada beberapa kemungkinan penyebab puskesmas belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah. Mulai dari kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan air limbah, perizinan yang sulit karena peralatan puskesmas yang tidak sesuai standar, serta biaya pemasangan yang tidak sedikit.

Padahal puskesmas menjadi salah satu penyumbang limbah medis yang berbahaya. Jenis limbah tersebut antara lain air bekas cucian luka, cucian alat kesehatan, serta limbah laboratorium klinik dan kimia.

Tujuan IPAL Puskesmas

Langsung saja, berikut adalah beberapa tujuan umum dari IPAL puskesmas:

1. Menanggulangi Pencemaran Lingkungan

Limbah cair dari kegiatan puskesmas termasuk limbah medis yang cukup berbahaya. Limbah tersebut mengandung bakteri infeksius dan bakteri patogen lainnya, sehingga dapat mencemari lingkungan serta mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. Oleh karena itu, untuk menanggulanginya perlu adanya IPAL.

2. Menjaga Kualitas Air Limbah di Sepanjang Jalur Pembuangan

Instalasi Pengolahan Air Limbah menjadikan kualitas buangan limbah puskesmas melalui lebih baik, karena sudah melalui beberapa tahap penyaringan dan sterilisasi selama prosesnya. Dengan demikian, pembuangan air limbah di sepanjang jalur air tidak akan kotor, tidak berbahaya, dan tidak menimbulkan bau yang menyengat.

3. Menjaga Kehidupan Biota Air

Jika kualitas air limbah sudah baik berkat adanya IPAL puskesmas, maka secara otomatis biota air seperti hewan atau tumbuhan yang hidup di sungai atau laut akan tetap terjaga dari bahayanya limbah medis yang beracun. Tentunya ini juga akan mencegah manusia atau hewan lain untuk mengkonsumsi hewan laut yang beracun.

4. Menjaga Kesehatan Masyarakat Sekitar

IPAL dalam prosesnya dapat menetralisir racun dan menghilangkan bahan-bahan kimia dari air limbah yang nantinya bisa membahayakan tubuh manusia. Efek tersebut akan membuat kesehatan masyarakat sekitar lebih terjaga. Selain itu, tidak akan ada keluhan masyarakat dengan pihak puskesmas terkait buangan air limbah.

5. Sebagai Syarat Mendapatkan Akreditasi

Salah satu syarat puskesmas untuk mendapatkan akreditasi adalah harus memiliki sistem pengolahan air limbah yang sesuai standar baku dari pemerintah. Semakin baik pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah puskesmas, maka penilaian akreditasinya pun semakin bagus.

6. Terciptanya “Green Hospital”

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan pasti memiliki limbah medis. Instalasi Pengolahan Air Limbah merupakan salah satu ciri bahwa di tempat tersebut sudah ada sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Beberapa IPAL juga bisa memanfaatkan lagi buangan air tersebut sehingga lebih hemat air.

Fungsi IPAL Puskesmas

Berdasarkan penjelasan diatas, adapun fungsi utama dari Instalasi Pengolahan Air Limbah di puskesmas adalah:

A. Mengolah Air Limbah Puskesmas

IPAL puskesmas dapat mengolah berbagai macam air limbah puskesmas, baik air limbah domestik (dari kamar mandi, dapur, laundry), juga air limbah medis yang identik sebagai limbah yang beracun. IPAL akan melakukan proses pengolahan sedemikian rupa hingga air buangannya menjadi layak dan tidak berbahaya.

B. Mengurangi Pencemaran Air

IPAL dapat mengurangi pencemaran air dengan cara menetralisir berbagai kontaminan. Dalam prosesnya, buangan air limbah yang melalui IPAL menjadi lebih bersih dan aman untuk dibuang ke lingkungan perairan.

C. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Lingkungan terutama perairan seperti sungai dan laut, akan tetap bersih dan aman bagi para biota laut, karena IPAL sangat membantu menjadikan air limbah lebih bersih dan aman. Selain itu, lingkungan darat di sekitarnya juga ikut terjaga kelestariannya, karena polusi udara dan air sudah teratasi dengan baik.

D. Mengurangi Resiko Gangguan Kesehatan

Air limbah mengandung berbagai macam bakteri dan virus yang berbahaya dan menular ke tubuh manusia dan hewan. Dengan adanya sistem kerja IPAL yang terkontrol dengan baik, maka resiko tersebut bisa dicegah, sehingga masyarakat menjadi tidak khawatir lagi akan gangguan kesehatan yang dapat mengancamnya.

Sudah Pahamkah Tentang IPAL Puskesmas?

Dalam menjaga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, peran IPAL puskesmas tidak dapat diabaikan. Dengan mengelola limbah cair secara efisien, IPAL menjadi fondasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dari segi kesehatan, hal ini merupakan langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit.

Jangan ragu untuk mempertimbangkan penggunaan IPAL sesuai dengan kebutuhan. Anda dapat mempercayakan kualitas dan pengelolaan air limbah medis menggunakan jasa IPAL. Berinvestasi dalam kesehatan dan keberlanjutan lingkungan merupakan langkah menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat.