Kenali Bakteri Pengurai IPAL untuk Proses Pengolahan Limbah

Pengolahan limbah cair melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan langkah krusial untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu komponen penting dalam proses ini adalah bakteri pengurai. Bakteri pengurai berperan dalam menguraikan zat organik dalam limbah menjadi senyawa yang lebih sederhana dan aman bagi lingkungan. Keberadaan bakteri ini tidak hanya mempercepat proses dekomposisi, tetapi juga membantu mengurangi beban pencemaran air.

Dengan memahami jenis-jenis bakteri pengurai dan cara kerjanya, Anda dapat mengoptimalkan kinerja IPAL dan memastikan bahwa limbah yang dibuang ke lingkungan telah melalui proses pengolahan yang efektif dan ramah lingkungan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang bakteri pengurai dan peran penting mereka dalam sistem pengolahan limbah IPAL.

Apa Itu Bakteri Pengurai IPAL?

Bakteri pengurai IPAL merupakan jenis mikroorganisme yang hidup di lingkungan air dan tanah, dimana mereka mampu menguraikan bahan-bahan organik di dalam limbah. Seperti namanya, bakteri ini berperan penting dalam menguraikan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui proses dekomposisi. 

Tidak hanya itu, bakteri pengurai juga berfungsi untuk menghilangkan zat berbahaya yang ada dalam limbah, seperti logam berat dan senyawa toksik lainnya. Adanya bau yang tidak sedap dari limbah juga dapat dihilangkan melalui proses pengolahan limbah menggunakan bakteri ini.

Jenis Bakteri Pengurai IPAL

Pada dasarnya, bakteri pengurai terdiri dari 4 jenis, yakni bakteri aerobik, bakteri anaerobik, bakteri fakultatif, serta bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi. Berikut ini penjelasan masing-masing bakterinya.

1. Bakteri Anaerobik

Jenis bakteri pengurai yang dapat melakukan proses metabolisme tanpa memerlukan oksigen disebut bakteri anaerobik. Bakteri ini memiliki keunggulan dalam menguraikan senyawa-senyawa tertentu yang terkandung dalam limbah. 

Sayangnya, cara kerja bakteri anaerobik cenderung lebih lambat daripada bakteri aerobik. Adapun beberapa contoh jenis bakteri anaerobik yang paling sering digunakan untuk pengolahan limbah, yaitu Clostridium dan Methanosarcina

Bakteri Clostridium berperan dalam menguraikan senyawa organik kompleks seperti selulosa dan lignin. Sedangkan bakteri Methanosarcina mampu menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan dari proses penguraian limbah organik.

2. Bakteri Aerobik

Aerobik merupakan jenis bakteri pengurai IPAL yang memerlukan oksigen untuk melakukan proses metabolisme. Proses penguraian limbah organik umumnya lebih banyak menggunakan jenis bakteri ini karena cenderung lebih efisien. 

Beberapa contoh bakteri aerobik yang digunakan untuk pengolahan limbah adalah Bacillus dan Pseudomonas. Bakteri Bacillus mampu menghasilkan enzim yang berperan penting untuk menguraikan senyawa organik kompleks. Sedangkan bakteri Pseudomonas mampu menguraikan senyawa hidrokarbon pada limbah minyak.

3. Bakteri Fakultatif

Ada pula jenis bakteri pengurai yang dapat melakukan metabolisme dengan atau tanpa adanya oksigen, yaitu bakteri fakultatif. Jenis bakteri ini memang mempunyai fleksibilitas dalam kondisi lingkungan yang berbeda-beda. 

Bakteri fakultatif yang biasa digunakan untuk pengolahan limbah, yaitu Escherichia coli dan Acinetobacter. Escherichia coli mampu menguraikan senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sedangkan Acinetobacter mampu menguraikan senyawa hidrokarbon pada limbah minyak.

4. Bakteri Nitrifikasi dan Denitrifikasi

Terakhir, ada dua jenis bakteri pengurai IPAL yang terlibat dalam proses penguraian nitrogen pada limbah, yakni nitrifikasi dan denitrifikasi. Bakteri nitrifikasi dapat mengubah senyawa amonia menjadi nitrat. Sedangkan bakteri denitrifikasi mampu mengubah nitrat menjadi gas nitrogen. 

Kedua proses ini penting dalam upaya mengurangi kandungan amonia dan nitrat di dalam limbah. Sebab, dua senyawa ini dapat menjadi pencemar apabila tidak ada pengelolaan yang bijak.

Manfaat Bakteri Pengurai IPAL

Penggunaan bakteri pengurai dalam proses pengolahan limbah memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa di antaranya:

A. Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Manfaat utama dari penggunaan bakteri pengurai limbah adalah membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Pasalnya, zat berbahaya dalam limbah akan terurai menjadi bentuk yang lebih aman bagi lingkungan. Jadi, Anda bisa turut mendukung untuk mengurangi dampak negatif limbah terhadap pencemaran air, tanah, dan udara.

B. Menghasilkan Energi Alternatif

Proses penguraian limbah organik dengan bakteri pengurai IPAL juga menghasilkan gas metana. Di mana gas metana ini dapat Anda gunakan sebagai sumber energi alternatif. Ada juga limbah sisa minyak goreng yang bisa diolah kembali menjadi bahan bakar biodiesel.

C. Meningkatkan Kualitas Tanah dan Air

Bakteri pengurai bisa membantu untuk meningkatkan kualitas tanah dan air dengan mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Limbah yang sudah terurai ini mengandung nutrien penting yang bermanfaatkan untuk keperluan yang lain, misalnya sebagai pupuk organik tanaman.

Proses Pengolahan Air Limbah dengan Bakteri Pengurai IPAL

Proses pengolahan air limbah berawal dari mengalirkan air limbah ke dalam bak kontrol untuk menyaring kotoran padat yang tidak dapat terurai. Air kemudian akan tersimpan di bak endapan awal dan mengalir ke ruangan biofilter anaerob. 

Proses ini biasanya menggunakan media berbahan plastik khusus untuk tumbuh kembang bakteri pengurai. Pada proses ini pula terjadi penguraian organik yang menghasilkan gas metana dan gas karbondioksida.

Selanjutnya, terjadi proses penguraian kedua dengan bantuan bakteri aerob untuk menguraikan kembali polutan organik yang tidak sempat terurai pada proses sebelumnya. Proses ini juga mencakup nitrifikasi senyawa amonia pada limbah atau aerasi kontak.

Terakhir, air limbah dari proses sebelumnya akan diendapkan di ruangan terakhir. Kemudian air hasil akhirnya dapat dibuang atau dialirkan kembali ke saluran air sebagai air bersih dan tidak tercemar.

Sudah Gunakan Bakteri Pengurai IPAL untuk Mengolah Limbah?

Kesimpulannya, keunggulan utama dari bakteri pengurai IPAL pada proses pengolahan limbah adalah untuk menguraikan senyawa kompleks dan berbahaya menjadi bentuk yang lebih sederhana dan aman. Sehingga, tidak ada limbah yang berbahaya dan merugikan yang masuk ke lingkungan. 

Melalui cara ini juga, proses pengelolaan limbah akan lebih optimal. Anda juga bisa menggunakan instalasi pengolahan air limbah yang tersedia dari perusahaan pengolahan limbah seperti PT. Tanindo Anugerah Nusantara. Tanindo sendiri merupakan perusahaan penyedia jasa IPAL yang aman dan terpercaya.

Tidak hanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) saja, tersedia pula Sewage Treatment Plant (STP) yang mempermudah Anda untuk mengelola air limbah industri maupun rumah tangga. Ingin berkonsultasi terlebih dahulu terkait pengolahan limbah yang efisien dan berkualitas? Segera hubungi kontak Tanindo sekarang untuk berdiskusi dengan salah satu tim profesional Tanindo.