Antrasit: Pengertian, Manfaat Terbaik dan Kelebihannya

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya batubara. Ada satu jenis batubara terbaik yang bisa Anda manfaatkan sebagai media dalam pengolahan air, yaitu antrasit. Meski media batubara tersebut bekerja dengan cara sederhana, namun manfaatnya sangat besar.

Lantas, apa saja manfaat dari batubara antrasit yang berhubungan dengan metode pengolahan air? Dan apa saja kelebihannya bila dibandingkan dengan jenis batubara yang lainnya? Simak uraiannya hingga akhir!

Apa Itu Antrasit?

Antrasit merupakan jenis batubara yang berkualitas paling tinggi, karena memiliki kandungan karbon mencapai 98%. Batubara ini terbentuk melalui proses coalification yang lamban selama jutaan tahun dan terjadi karena peningkatan tekanan dan suhu.

Adapun ciri-ciri dari antrasit adalah sebagai berikut:

  • Berwarna hitam dan mengkilap seperti metalik akibat kandungan karbon yang tinggi, sehingga sering disebut sebagai batubara hitam (black coal).
  • Teksturnya keras akibat struktur kristal padat yang terbentuk selama metamorfisme yang lama, disebut juga batubara keras (hard coal). 
  • Densitas yang tinggi sehingga lebih padat dan berat, karena mengandung bahan volatil (bahan mudah menguap) yang rendah, seperti air yang kadarnya kurang dari 10%
  • Nilai kalor panasnya tinggi, yaitu sebesar 34.890 kJ/kg, sehingga dapat menghantarkan panas (konduktivitas termal) dengan baik dan konstan.
  • Sulit dibakar dan apabila dibakar tidak menghasilkan asap, karena proses karbonisasi yang baik dan memiliki sedikit unsur yang mudah menguap.

Manfaat Antrasit

Fungsi utama dari antrasit yaitu sebagai salah satu media filtrasi dalam metode water treatment. Sudah banyak industri yang memanfaatkan media penyaring (filter) alami ini, karena memiliki banyak manfaat terutama dalam meningkatkan kualitas air. Berikut ini penjelasannya!

A. Dapat Menyaring Partikel-partikel Tersuspensi

Berkat ciri-cirinya yang keras, padat, dan mengandung karbon yang tinggi, batubara hitam ini mampu menyaring partikel-partikel tersuspensi seperti lumpur, pasir, zat padat terlarut dan tak terlarut, materi organik, dan lain-lain. Sehingga, hasil air yang telah tersaring akan lebih bersih dan jernih. 

Penggunaan batubara hitam memerlukan media pendukung, seperti pasir silika atau pasir zeolit. Ini agar proses filtrasi menjadi lebih maksimal. Partikel-partikel yang melewati penyaring tersebut akan tertahan di permukaan batubara melalui retakan atau pori-porinya, dan air akan tetap mengalir ke tempat selanjutnya.

B. Dapat Menghilangkan Kontaminan

Selain berperan dalam mengurangi kekeruhan air, batubara ini juga dapat menghilangkan berbagai kontaminan atau mikroba yang tidak diinginkan, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Sehingga, kualitas air yang dihasilkan lebih sehat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

C. Dapat Menghilangkan Kandungan Logam

Batubara hitam dapat menghilangkan kandungan logam di dalam air, seperti besi, mangan, dan lain-lain, yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan rumah tangga dan industri. Batubara ini juga mampu menghilangkan bau dan rasa yang tidak sedap akibat logam, sehingga manusia dapat mengonsumsinya dengan aman. 

Kelebihan Antrasit

Batubara antrasit menjadi pilihan unggul sebagai media penyaring yang ramah lingkungan, karena memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh beberapa jenis batubara lainnya. Berikut ini kelebihannya!

1. Memiliki Daya Tahan yang Tinggi

Bentuk batubara hitam yang kuat, keras, dan padat membuatnya memiliki kekuatan fisik dan daya tahan yang tinggi, terutama terhadap tekanan air. Apabila media filter lain seperti pasir silika mudah larut oleh air, maka batubara ini cocok untuk sistem filtrasi yang menggunakan tekanan hidrolik tinggi.

Batubara hitam ini juga tahan dan tidak mudah rusak terhadap perubahan suhu yang ekstrem, karena sifatnya yang dapat menahan panas secara stabil. Sehingga lebih tahan lama dalam aplikasi filtrasi yang melibatkan suhu yang tinggi atau rendah.

2. Dapat Menyaring Air Secara Efektif, Efisien, dan Ekonomis

Tidak seperti media filtrasi lain, contohnya pasir, yang mungkin cepat tersumbat, batubara hitam yang mempertahankan aliran airnya. Sehingga, sistem filtrasi dapat bekerja secara efisien.

Selain itu, antrasit juga dapat digunakan pada pengolahan air dengan debit yang besar, karena memiliki kemampuan backwash yang lebih baik dan cepat. 

Kandungan karbon yang sangat tinggi dapat membantu meningkatkan kualitas air secara efektif dan mengurangi pembentukan lumpur, sehingga meminimalkan biaya pemeliharaan filter. Penggunaan batubara hitam ini juga lebih ekonomis daripada metode pengolahan air lainnya, karena tidak membutuhkan banyak peralatan.

3. Resistansi terhadap Bahan Kimia

Batubara hitam bersifat inert, artinya tahan (resistansi) atau tidak reaktif terhadap zat kimia, sehingga dapat memfilter berbagai jenis air, termasuk air limbah. Hasil air akan lebih bersih dan bebas oleh kontaminan yang bersifat kimiawi, serta tahan terhadap korosif. Cocok untuk pengolahan air pada industri kimia dan farmasi.

4. Dapat Menjadi Pelengkap Jenis Media Filter Lain

Porositas batubara hitam sangat kecil, sehingga mampu menyaring partikel yang lebih kecil dan mencegah sumbatan pada media filter berikutnya. Supaya efektivitas penyaringan maksimal, batubara hitam dapat dikombinasikan dengan media filter lain seperti, pasir kuarsa atau silika, pasir garnet, dan manganese greensand.

Sudah Paham Tentang Antrasit?

Batubara jenis antrasit menawarkan solusi penyaringan air yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk berbagai kebutuhan. Dengan kemampuan filtrasi yang superior dan aplikasi yang luas, batubara hitam menjadi pilihan cerdas untuk meningkatkan kualitas air dan efisiensi energi. 

Anda dapat mempercayakan Tanindo sebagai jasa water treatment yang profesional dan berpengalaman, termasuk dalam pemasangan media filtrasi berupa batubara hitam berkualitas tinggi. Sehingga, segala kebutuhan industri pengolahan air Anda akan terpenuhi sesuai dengan standar yang ditetapkan.