Dengan Teknologi ini, Krisis Air Bisa Diatasi

Kuantitas air di bumi ini cukup banyak. Namun, dari sisi kualitasnya, sebagian besar air itu tidak bisa dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari apalagi diminum. Salah satu penyebabnya adalah pencemaran air. Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadinya krisis air, termasuk di Indonesia.

Oleh karena itu, banyak pihak yang mencoba mengembangkan berbagai teknologi atau cara untuk mengatasi masalah ini. Berikut ulasannya.

  1. Teknologi Pemanen Kabut

Secara sederhana, teknologi ini berguna untuk mengumpulkan kabut. Setelah terkumpul, kabut tersebut diubah menjadi air dan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Cara kerjanya adalah dengan menggunakan sebuah alat yang berbentuk jaring. Alat ini merupakan poliprofilen yang berbahan plastik dan ditopang oleh dua penyangga. Kemudian, alat ini akan memanen kabut yang dialirkan melalui paralon dan berakhir di sebuah jerigen. Teknologi ini dikembangkan oleh beberapa mahasiswa dari UGM.

2. Pompa Klep Tenaga Gelombang

Biasanya, sebuah pompa digerakkan oleh tenaga listrik. Namun, pompa yang satu ini berbeda. Ia digerakkan oleh gelombang laut. Tentu saja, lokasi pompa harus berada di pinggir laut. Teknologi ini cocok diterapkan di pulau kecil yang belum mendapatkan aliran listrik yang memadai. Dengan energi dari gelombang tersebut, pompa bisa menarik pasokan air dari dalam tanah.

3. Memanfaatkan Energi Nuklir

Energi nuklir bisa digunakan untuk kepentingan umat manusia. salah satunya untuk melakukan desalinasi, yaitu mengolah air laut menjadi air yang layak minum. Teknologi ini tengah dikembangkan oleh para peneliti nuklir di Rusia.

      4. Teknologi Reverse Osmosis

Secara umum, teknologi ini berperan untuk mendaur ulang air limbah menjadi air yang bisa digunakan. Bukan hanya untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk air minum. Caranya adalah dengan mengurangi polutan yang berada di dalam air.

Selain 4 cara tersebut, masih ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi krisis air. Salah satunya adalah dengan menggunakan ekohidrologi, yaitu ilmu yang melakukan pendekatan sederhana dengan cara mengelola sumber daya air seperti sungai atau danau yang tercemar. Misalnya, demgan memanfaatkan vegetasi seperti rumput atau eceng gondok.