Perijinan Pabrik Air Minum Dalam Kemasan

Bagaimana membuat izin pabrik air minum dalam kemasan?

Inilah cara untuk membangun izin pabrik air minum dalam kemasan.

Perijinan pabrik air minum dalam kemasan

Selain dengan menjadi agen distributor air minum dalam kemasan, Anda juga bisa mendirikan pabrik sendiri untuk mengembangkan merk air minum sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar akan air minum yang berkualitas. Dalam mendirikan sebuah perusahaan komersil CV, dalam hal ini adalah pabrik AMDK, ada beberapa syarat dokumen ataupun ijin yang harus dipenuhi. Berikut adalah ijin-ijin yang Anda butuhkan untuk membuka sebuah fasilitas pabrik AMDK dan penjelasannya:

  1. SIUP (Surat Ijin Perdagangan Perusahaan)

Berfungsi sebagai alat bukti sah dari usaha perdagangan yang dilakukan dan diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan Anda, namun berlaku di seluruh wilayah RI. Surat ini berlaku selama perusahaan melakukan usaha, dan diperbarui setiap lima tahun sekali.

  1. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Fungsinya adalah sebagai bukti bahwa sebuah badan usaha sudah melakukan pendaftaran dan telah melakukan kewajibannya. Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengelola perusahaan, bisa diwakilkan asalkan menggunakan surat kuasa.

  1. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Adalah identitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban dalam pembayaran pajak. NPWP bisa dibuat secara online maupun offline dengan mendatangi kantor pelayanan pajak setempat.

  1. Akta Perusahaan

Dibuat dan penandatanganannya disaksikan oleh noktaris yang berwenang. Fungsinya adalah untuk menghindari adanya sengketa mengenai pembagian keuntungan perusahaan,  dan memberikan kejelasan atas status kepemilikan perusahaan.

  1. Sertifikat ijin distribusi yang meliputi ijin dari BPOM, SNI, dan bisa juga dilengkapi dengan sertifikat pelengkap lainnya seperti sertifikat Halal MUI, KAN, ISO 9000 dan sertifikat lainnya yang bisa menjadi bukti dari kualitas produk pabrik AMDK Anda.

 

 

Kendala-kendala dalam pembagunan pabrik air minum dalam kemasan

Peluang untuk membuka bisnis air minum dalam kemasan memang masih terbuka dengan lebar baik menjadi agen distribusi atau membuat pabrik sendiri. Namun bukan berarti bisnis ini tanpa hambatan dan mulus jalannya untuk mendapatkan keuntungan terutama untuk mendirikan pabrik sendiri. Salah satu tantangan yang mesti Anda hadapi adalah sulitnya memilih lokasi pabrik pembuatan air minum. Di mana lokasi yang Anda pilih setidaknya harus memiliki pasokan air yang besar dan kontinyu. Jika lokasi pabrik jauh dari sumber mata air maka Anda harus membayar biaya produksi lebih besar untuk mencari pasokan air.

Kemudian hambatan yang kedua adalah teknologi pemurnian air yang tidak murah. Meski sumber air yang Anda miliki nampak bersih, belum tentu memiliki kualitas yang bagus. Kualitas air akan sangat mempengaruhi kualitas produk Anda. Dan hambatan yang paling nyata terutama ketika bisnis AMDK sudah berjalan adalah ketatnya persaingan di pasaran. Karena banyaknya produk air minum di dalam kemasan dengan berbagai merk dan bentuk serta jenis. Hasilnya, produk Anda bisa terjebak dalam situasi perang harga yang terjadi tanpa adanya spesialisasi yang membuat produk Anda lebih terlihat menarik di mata konsumen.

Memulai bisnis air minum dalam kemasan dengan produksi sendiri

Apa yang mesti dipersiapkan jika Anda ingin memproduksi air minum dalam kemasan dan jadi pengusaha yang sukses dan mendapatkan banyak konsumen? Berikut adalah hal-hal dasar yang bisa diperhatikan:

  1. Tentukan jenis minuman yang akan dijual, dengan begitu Anda bisa menentukan alat atau bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat minuman tersebut. Untuk produksi skala kecil saat ini pilihan terbaik Anda adalah minuman kemasan dalam gelas.
  2. Pilih lokasi yang menguntungkan, punya pasokan sumber air banyak namun tidak terlalu jauh dari pasar atau konsumen. Anda bisa menentukan letak lokasi dengan mempertimbangkan salah satunya adalah biaya bahan bakar dalam distribusi sumber air dan juga distribusi produk ke konsumen, jangan sampai melebihi budget dan berakibat pada harga jual produk yang lebih mahal.

3.     Siapkan pula modal yang disesuaikan dengan biaya produksi serta operasional, dan juga teknik atau strategi marketing baik dalam jangka waktu dekat maupun jauh.