Air Laut Bisa Diminum, Bagaimana Caranya?

Apakah Anda pernah secara tidak sengaja meminum air laut? Rasanya pasti asin sekali. Ya, kandungan garam di dalam air laut memang sangat tinggi sehingga tidak bisa menjadi sumber air minum.

Namun, dengan perkembangan teknologi yang pesat, air laut kini sudah bisa diminum. Ini menjadi salah satu solusi bagi masalah kekeringan yang sedang melanda bumi saat ini. Proses pemurnian air laut yang disebut desalinasi ini bisa dilakukan dalam beberapa cara, yaitu:

  1. Menggunakan Nanopori

Ide ini bermula dari seorang peneliti Amerika Serikat yang mencoba mengamati kecenderungan air dan garam. Dari hasil pengamatannya, ia menemukan sebuah bahan yang berasal dari lembaran mobibdenum disulfida (MoS2) dan disebut nanopori. Bahan ini bisa digunakan untuk menghambat garam dan partikel lain, tetapi meloloskan air. Bahan ini dianggap lebih efektif daripada grafin dalam hal membuat membran.

  1. Sea Water Reserve Osmosis (SWRO)

Teknologi lain yang bisa digunakan adalah Sea Water Reserve Osmosis (SWRO). Teknologi ini ternyata telah lama dikembangkan di Indonesia. Salah satunya di Kepulauan Seribu, Jakarta. Bahkan, air hasil SWRO bisa langsung diminum seperti halnya air kemasan.

Masalahnya terletak pada biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat ini. Untuk setiap meter kubik air, biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp25.000,00. Padahal, untuk air biasa, rata-rata biaya pengoperasian hanya sekitar Rp4.000,00.

Karena air ini bisa langsung digunakan untuk minum dan memasak, biaya yang tergolong cukup besar itu masih bisa dimaklumi.

  1. Vacum Distillation

Metode lain adalah vacum distillation. Metode ini dilakukan dengan cara memanaskan air laut. Uap air tersebutlah yang dikondensasi untuk menjadi air yang bisa digunakan.

Proses desalinasi juga bisa menghasilkan sebuah kondisi air yang berkadar garam tinggi. Ini bisa Anda temui di salah satu wahana berupa kolam apung di Taman Impian Jaya Ancol.

Air yang berada di bumi ini sangat banyak, tetapi yang bisa dikonsumsi dan digunakan hanya sedikit. Oleh karena itu, keberadaan teknologi yang mendukung hal itu sangat bermanfaat bagi umat manusia.